Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2014

Aqidah Akhlak



Pengertian, Dasar, dan Tujuan Aqidah Akhlak


A. Pengertian Aqidah Akhlak
Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [عَقَدَ-يَعْقِدُ-عَقْدً] artinya adalah mengikat atau mengdakan perjanjian. Sdngkan Aqidah menurut istilah adalah urusan2 yg harus dibenarkan oleh hati& diterima dgn rasa puas serta terhujam kuat dlm lubuk jiwa yg tdk dpt digoncangkan oleh keragu2an.
Dalam definisi yg lain disebutkan bahwa aqidah adalah sesuatu yg mengharapkan hati membenarkannya, yg membuat jiwa tenang tentram kepadanya& yg menjadi kepercayaan yg bersih dari kebimbangan& keraguan.
Berdasarkan pengertian2 tadi dpt dirumuskan bahwa aqidah adalah dasar2 pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorg muslim yg bersumber dari ajaran Islam yg wajib dipegang oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yg mengikat.
Sementara kata “akhlak”juga berasal dari bahasa Arab, yaitu [خلق] jamaknya [أخلاق] yg artinya tingkah laku, perangai tabi’at, watak, moral atau budi pekerti. Dlm Kamus Besar Bahasa Indonesia, akhlak dpt diartikan budi pekerti, kelakuan. Jadi, akhlak merupakan sikap yg telah melekat pd diri seseorang& secara spontan diwujudkan dlm tingkah laku atau perbuatan. Jika tindakan spontan itu baik menurut pandangan akal& agama, maka disebut akhlak yg baik atau akhlaqul karimah, atau akhlak mahmudah. Akan tetapi apabila tindakan spontan itu berupa perbuatan2 yg jelek, maka disebut akhlak tercela atau akhlakul madzmumah.

B. Dasar Aqidah Akhlak
Dasarnya adalah ajaran Islam itu sendiri yg merupakan sumber2 hukum dlm Islam yaitu Al Qur’an& Al Hadits.
Al Qur’an dan Al Hadits adalah pedoman hidup dlm Islam yg menjelaskan kriteria atau ukuran baik buruknya suatu perbuatan manusia. Dasar aqidah akhlak yg pertama dan utama adalah Al Qur’an dan Ketika ditanya tentang aqidah akhlak Nabi Muhammad SAW, Siti Aisyah berkata.” Dasar aqidah akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Al Qur’an.”
Islam mengajarkan agar umatnya melakukan perbuatan baik& menjauhi perbuatan buruk. Ukuran baik dan buruk tersebut dikatakan dalam Al Qur’an. Karena Al Qur’an merupakan firman Allah, maka kebenarannya harus diyakini oleh setiap muslim.
Dalam Surat Al-Maidah ayat 15-16 disebutkan yg artinya “Sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al-Kitab yg kamu sembunyikan dan banyak pula yg dibiarkannya. Sesungguhnya telah dtng kepadamu cahaya dari Allah& kitab yg menerangkan.
Dgn kitab itulah Allah menunjuki org2 yg mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,& (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan org2 itu dari gelap gulita kpd cahaya yg terang benderang dgn izinNya, dan menunjuki meraka ke jalan yg lurus.”
Dasar aqidah akhlak yg kedua bagi seorg muslim adalah AlHadits atau Sunnah Rasul. Untuk memahami Al Qur’an lebih terinci, umat Islam diperintahkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW, karena perilaku Rasulullah adalah contoh nyata yg dpt dilihat& dimengerti oleh setiap umat Islam (org muslim).

C. Tujuan Aqidah Akhlak
Aqidah akhlak harus menjadi pedoman bagi setiap muslim. Artinya setiap umat Islam harus meyakini pokok2 kandungan aqidah
akhlak tersebut. Adapun tujuan aqidah akhlak itu adalah :
a) Memupuk& mengembangkan dasar ketuhanan yg sejak lahir. Manusia adalah makhluk yg berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia terdorong mengakui adanya Tuhan. Firman Allah dlm surah Al-A’raf ayat 172-173 yg artinya “& (Ingatlah), ketika Tuhanmu menguluarkan kehinaan anak2 Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhdp jiwa mereka, seraya berfirman: “Bukankah Aku ini Tuhanmu? “, mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami jadi saksi” (Kami lakukan yg demikian itu), agar dihari kiamat kamu tdk mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang2 yg lengah terhadap ini (Keesaan tuhan)” atau agar kamu tdk mengatakan: “Sesungguhnya orang2 tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dulu, sedang kami ini adalah anak2 keturunan yg dtg sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karna perbuatan orang2 yg sesat dahulu?
Dgn naluri ketuhanan, manusia berusaha untuk mencari tuhannya, kemampuan akal dan ilmu yg berbeda2 memungkinkan manusia akan keliru mengerti tuhan. Dgn aqidah akhlak, naluri atau kecenderungan manusia akan keyakinan adanya Tuhan Yg Maha Kuasa dpt berkembang dgn benar
b) Aqidah akhlak bertujuan pula membentuk pribadi muslim yg luhur dan mulia. Seseorg muslim yg berakhlak mulia senantiasa bertingkah laku terpuji, baik ketika berhubungan dgn Allah, dgn sesama manusia, makhluk lainnya serta dgn alam lingkungan. Oleh karena itu, perwujudan dari pribadi muslim yg luhur berupa tindakan nyata menjadi tujuan dlm aqidah akhlak.
c) Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yg menyesatkan. Manusia diberi kelebihan oleh Allah dari makhluk lainnya berupa akal pikiran. Pendpt2 yg semata2 didasarkan atas akal manusia, kdg2 menyesatkan manusia itu sendiri. Oleh karna itu, akal pikiran perlu dibimbing oleh aqidah akhlak. agar manusia terbebas atau terhindar dari kehidupan yg sesat.

Sabtu, 07 April 2012

Shalat Jama' Dan Shalat Qashar

Shalat Jama’ dan Qashar
1. Shalat Jama’
a. Pengertian Shalat Jama’ dan Dasar Hukumnya
Shalat jama’ dan Qashar merupakan keringanan yang diberikan Allah , sebagaimana firman-Nya, ”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu, (QS.Annisa; 101), Dan itu merupakan shadaqah (pemberian) dari Allah U yang disuruh oleh Rasulullah r untuk menerimanya, (HR.Muslim).
Shalat Jama’ lebih umum dari shalat Qashar, karena mengqashar shalat hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang bepergian (musafir). Sedangkan menjama’ shalat bukan saja hanya untuk orang musafir, tetapi boleh juga dilakukan orang yang sedang sakit, atau karena hujan lebat atau banjir yang menyulitkan seorang muslim untuk bolak- balik ke masjid. dalam keadaan demikian kita dibolehkan menjama’ shalat. Ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasulullah r menjama’ shalat Dhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya’ di Madinah. Imam Muslim menambahkan, “Bukan karena takut, hujan dan musafir”.
Sholat Jama’ artinya menggabungkan 2 salat fardhu yang dikerjakan dalam satu waktu. Hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya:
ثُُمَّ نَزَلَ بِجَمْعٍ بَيْنَهُمَا ….
“… kemudian Beliau turun, lalu menjama’ kedua salat tersebut….” (H.R. Bukhari dan Muslim).

b. Macam-macam shalat Jama’
Shalat yang bias dijama’ adalah Salat Zhuhur dengan Ashar, dan salat Maghrib dengan Isya. Adapun shalat jama’ dibagi kedalam 2 macam, yaitu:
· Jama’ taqdim, yaitu melaksanakan 2 salat fardhu dalam 1 waktu dan dilakukan pada waktu salat pertama. Contoh: Salat Zhuhur dan Ashar dijama’, dan dikerjakan pada waktu Zhuhur.
· Jama’ takhir, yaitu salat jama’ yang dilakukan pada waktu salat yang kedua. Contoh: Salat Maghrib dan Isya dijama’, dan dikerjakan pada waktu Isya
·
c. Kaifiyyat/tatacara Shalat Jama’
Mendirikan salat yang pertama terlebih dahulu (misalnya: Zhuhur/Maghrib) sebanyak 4 atau 3 raka’at, kemudian melaksanakan salat yang kedua (Ashar/Isya) sebanyak 4 raka’at

2. Shalat Qashar
a. Pengertian Shalat Qashar dan Dasar Hukumnya
Shalat Qashar adalah memendekkan/meringkas pelaksanaan salat fardhu yang semestinya 4 raka’at menjadi 2 raka’at. Adapun dalil naqlinya, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa mengqasar salatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” (QS. An-Nisa: 101)

b. Syarat-syaratnya:
· Musafir (tetapi bukan perjalanan untuk berbuat maksiat.
· Jarak yang akan ditempuh ± 90 km.
· Berniat mengqasar salat pada saat takbiratul ihram
· Tidak berimam kepada orang yang salat dengan sempurna
· Dilakukan sesudah melewati batas kota/desa asal

c. Kaifiyyat/tata cara shalat Qashar
Dilakukan dengan cara salat Zhuhur, Ashar, atau Isya diringkas/dikerjakan sebanyak 2 raka’at. Sedangkan salat Maghrib tidak bisa diqasar, jadi tetap 3 raka’at.
Sedangkan yang dimaksud dengan shalat Jama’ Qashar adalah menggabungkan (menjama’) 2 salat fardhu dalam satu waktu sekaligus meringkas (mengqasar) raka’atnya yang semula 4 raka’at menjadi 2 raka’at

Senin, 09 Januari 2012

Ilmu Tajwid


MATERI ILMU TAJWID

TANDA-TANDA WAQAF DAN WASHAL
Waqaf artinya: sebaiknya berhenti.
م   ( وقف لا زم )     : harus berhenti
( معا نقه     : berhenti di salah satu titik
ط   ( وقف مطلق )    : sebaiknya berhenti
قلى ( الوقف اولى )   : sebaiknya berhenti
قف ( الوقف )          : sebaiknya berhenti
ج   ( وقف جا ئز )    : boleh berhenti, juga boleh terus
Washol artinya: sebaiknya terus.
لا       ( الوقف ممنوع )       : sebaiknya terus
صلى   ( الوصل اولى )         : sebaiknya terus
ز        ( مجوز الوقف )        : sebaiknya terus
ص      ( مر خص الوقف )    : sebaiknya terus
ق       ( قيل هو وقف )         : sebaiknya terus


GHUNNAH
Ghunnah artinya mendengung. Hal ini berarti bahwa setiap ada huruf Nun atau Mim yang bertasydid maka hukum bacaannya dinamakan Ghunnah.
Contoh:

 اِ نَّ       ثُمَّ        اِ نَّمَا       فَلَمَّا

HUKUM NUN SUKUN/TANWIN
Perbedaan Nun sukun atau Tanwin adalah sama dalam lafadz tetapi lain dalam tulisan. Adapun hukum Nun sukun atau Tanwin dibagi menjadi 5 macam, antara lain:

1.      Idghom Bighunnah
Idghom     : memasukkan
Bighunnah : dengan mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 4 huruf, antara lain:ي  ن م و atau biasa di singkat dengan bunyi يَنْمُوْ
Contoh:
مَنْ يَقُوْ لُ ( نْ- ي )           فَلَنْ نَِّزيْدَ كُمْ ( نْ- ن )
فَتْحًا مُبِيْنًا ( _ً  – م)           مِنْ وَّرَائِهِمْ ( نْ- و )


2.      Idghom Bilaghunnah
Idghom         : memasukkan
Bilaghunnah : dengan tanpa mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 2 huruf, antara lain: ل dan ر
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ( نْ- ل )                   غَفُوْرٌرَحِيْمٌ ( _ٌر)


3.       Idzhar
Idzhar berarti: jelas atau terang
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 6 huruf, antara lain:  أ ح خ ع غ
Contoh:
كُفُوًا اَحَدٌ ( _ًا )              مِنْ حَيْثُ ( نْح )           مَنْ خَفَّتْ ( نْخ )
خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍع )          قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ)        لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ )


4.      Iqlab
Iqlab berarti:
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf dari huruf hijaiyyah yaitu: ب
Contoh:
مَنْ بَخِلَ ( نْب )                 عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌب)


5.      Ikhfa’
Ikhfa’ berarti: samar-samar
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 15 huruf, antara lain:
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh:
مِنْ تَحْتِهَا ( نْت )             مَاءً ثَجَا جًا ( _ًث)            اَنْجَيْنَا كُمْ ( نْج )
قِنْوَانٌ دَانِيَةٍ ( _ٌد)             مَنْ ذَالَّذِ يْ ( نْذ)             يَوْمَئِذٍ زُرْقًا ( ٍز )
اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْس )        عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌش)        قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ًص)
مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌض)    وَمَا يَنْطِقُ ( نْط)             عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْظ)
عُمْيٌ فَهُمْ ( _ٌف)               رِزْقًا قَا لُوْا ( _ًق)          مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا ( نْك)


HUKUM MIM SUKUN
Hukum Mim sukun dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
1.      Idghom Mitsli (Idghom Mimi)
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Mim
Contoh:
كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ ( مْم )
1.      Ikhfa’ Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Ba’
Contoh:
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ ( مْب )
1.      Idzhar Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain Mim dan Ba’
Contoh:
هُمْ نَا ئِمُوْنَ ( مْن )                   اَمْ لَمْ تُنْدِ رْ هُمْ ( مْت )
الخ ……..


HUKUM IDGHOM
Hukum Idghom dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
1.      Idghom Mutamatsilain
Artinya: jika ada huruf yang sama, yang pertama sukun dan yang kedua hidup.
Contoh:
اِضْرِ بْ بِعَصَا كَ ( بْبِ )
2.      Idghom Mutajanisain
Dinamakan Idghom Mutajanisain jika TA sukun bertemu THA, THA sukun bertemu TA, TA sukun bertemu DAL, DAL sukun bertemu TA, LAM sukun bertemu RA, DZAL sukun bertemu ZHA.
Contoh:
(تْ- ط )   قَالَتْ طَا ئِفَة ٌ         ( طْ- تلَئِنْ بَسَطْتَ            ( تْ- داَثْقَلَتْ دَ عَوَا
( دْ- ت )   قَدْ تَبَيَّنَ                ( لْ- رقُلْ رَبِّ                  ( ذْ- ظ )   اِذْ ظَلَمُوْا
3.      Idghom Mutaqorribain
Dinamakan Idghom Mutaqorribain jika TSA sukun bertemu DZAL, QAF sukun bertemu KAF, BA sukun bertemu MIM.
Contoh:
( ثْ- ذيَلْهَثْ ذ لِكَ             ( قْ- كاَلَمْ نَخْلُقْكُمْ             ( بْ- م ) يبُنَيَّ ارْ كَبْ مَعَنَا
QALQALAH
Qalqalah artinya memantul. Huruf Qalqalah ada lima, antara lain:
ق ط ب ج د biasa disingkat dengan bunyi   قَطْبُ جَدٍّ
Contoh:
ق- يَقْرَ أُ          ط- يَطْهَرُ           ب- يَبْخَلُ           ج- يَجْعَلُ           د- يَدْ خُلُ


Qalqalah dibagi dua:
1.      Qalqalah Sughra
Adalah: huruf Qalqalah yang matinya asli, sebagaimana contoh diatas.
1.      Qalqalah Kubra
Adalah: huruf Qalqalah yang matinya disebabkan waqaf.
Contoh:
خَلَقَ dibaca اَحَدٌ            خَلَقْ dibaca اَحَدْ


LAFADZ ALLAH
Hukum lafadz Allah dibagi dua, yaitu:
1.      Dibaca tafkhim, jika lafadz Allah didahului harakat fathah atau dhummah.
Contoh:
وَاللهُ           نَصْرُ اللهِ
1.      Dibaca tarqiq, jika lafadz Allah didahului harakat kasroh.
Contoh:
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ ا لرَّ حِيْمِ


HURUF SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH
Huruf Syamsiyah dan huruf Qamariyah jumlahnya sama yaitu masing-masing ada 14 huruf.
1.      Huruf Syamsiyah: jika ada  ال bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 14, antara lain:
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh:
وَالتِّيْنِ         اَلدُّ نْيَا         وَالشَّمْسِ           النِّعْمَةِ
الخ……
1.      Huruf Qamariyah: jika ada ال   bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 14, antara lain:
ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ء ي
Contoh:
اَلْجُمُعَةُ           اَلْخَيْرُ           اَلْفِيْلُ            اَلْكَبِيْرُ
الخ……


IDZHAR WAJIB
Dinamakan Idzhar Wajib, jika ada Nun sukun atau Tanwin bertemu huruf YA atau WAWU dalam satu kalimat. Cara membacanya: terang atau jelas. Namun, didalam Al-Qur’an bacaan Idzhar Wajib ini hanya ada 4, yaitu:
اَلدُّ نْيَا              بُنْيَانٌ                 صِنْوَانٌ                    قِنْوَانٌ


HUKUM RA’
Hukum Ro’ ada dua:
1.      Ro’ yang dibaca Tafkhim
Ciri-ciri:
1.      Ro’ fathah, Ro’ fathah tanwin.
2.      Ro’ dhummah, Ro’ dhummah tanwin.
3.      Ro’ sukun didahului fathah atau dhummah.
4.      Ro’ sukun didahului kasrah ada hamzah washal.
5.      Ro’ sukun didahului kasrah bertemu huruf isti’la’.
Contoh:
a)      رَ- رًا        رَبَّنَا                  خَيْرًا
b)      رُ- رٌ         رُوَيْدًا                كَبِيْرٌ
c)      _َ _ُ  _ْ      اَرْ سَلَ              قُرْ ا نٌ
d)     _ِ ا رْ        اَ مِرْ تَا بُوْا         اِ رْ جِعُوْ ا
e)      _ِ رْخ ص ض ط ظ غ ق   مِرْ صَا دٌ         قِرْ طَا سٌ
1.      Ro’ yang dibaca Tarqiq
Ciri-ciri:
a)      Ro’ kasrah, Ro’ kasrah tanwin.
b)      Ro’ sukun didahului kasrah.
c)      Ro’ hidup didahului Ya’ dibaca waqaf.
Contoh:
a)      رِ- رٍ         رِجْسٌ            خُسْرٍ
b)      _ِ  رْ         فِرْ عَوْ نَ        فَكَبِّرْ
c)      _َِ ي  ُِ ر ٌٍ    خَيْرٌ              بَصِيْرٍ
HUKUM MAD
Hukum Mad dibagi dua:
1.      Mad Thabii
Yang dinamakan dengan mad Thabi’i, adalah: jika fathah diikuti ALIF, kasrah diikuti YA, dhummah diikuti WAWU. Panjang bacaannya: satu alif (dua harakat)
Contoh:
دَادِيْدُوْ       نُوْ حِيْهَا
2.      Mad Far’i
Mad Far’i dibagi menjadi 13, antara lain:
1.      Mad wajib muttashil
ialah: Mad Thabii bertemu hamzah dalam satu kalimat. panjang bacaannya: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
جَاءَ               لِقَاءَ نَا             نِدَاءً

2.      Mad jaiz munfashil
ialah:   Mad Thabii bertemu hamzah (bentuknya huruf alif) di lain kalimat. Panjang bacaannya: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
اِنَّا اَعْطَيْنَا                   اِنَّا اَ نْزَلْنَا
3.      Mad ‘aridh lissukun
ialah:  Mad Thabii bertemu huruf hidup dibaca waqaf. Panjang bacaannya:  3 alif (6 harakat).
Contoh:
اَبُوْكَ = اَبُوْكْ                عِقَا بِ = عِقَا بْ
4.      Mad ‘iwadh
ialah:  jika ada fathah tanwin yang dibaca waqaf, selain TA’ marbuthah. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
عَلِيْمًا = عَلِيْمَا
5.      Mad shilah
ialah: setiap dhomir HU dan HI apabila didahului huruf hidup. Mad shilah dibagi dua, yaitu: Mad shilah qashirah dan Mad shilah thawilah. Yang dinamakan Mad shilah thawilah, adalah Mad shilah qashirah bertemu huruf hamzah (bentuknya alif).
Panjang bacaan Mad shilah qashirah: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
لَه‘-  بِه
Panjang bacaan Mad shilah thawilah: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
اَنَّ مَا لَه اَخْلَدَه
6.      Mad badal
ialah:   setiap Aa, Ii, Uu yang dibaca panjang. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
امَنُوْا              اِيْتُوْ نِيْ                  اُوْ تِيَ
7.      Mad tamkin
ialah:  YA kasrah bertasydid bertemu YA sukun. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
اُمِّيِّيْنَ                   حُيِّيْتُمْ                 نَبِيِّنَ
8.       Mad lin
ialah:  fathah diikuti WAWU atau YA sukun bertemu huruf hidup dibaca waqaf. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
خَوْ فٌ = خَوْفْ                   اِلَيْهِ = اِلَيْهْ
9.      Mad lazim mutsaqqal kalimi
ialah: Mad Thabii bertemu tasydid. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
وَ لاَ الضَا لِّيْنَ
10.  Mad lazim mukhaffaf kalimi
ialah: Mad badal bertemu sukun. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
ا لاْنَ
11.  Mad lazim musyabba’ harfi
ialah:  huruf hijaiyyah yang dibaca panjangnya 3 alif (6 harakat). Jumlah hurufnya ada 8, yaitu:
ن ق ص ع س ل ك م
Contoh:
ن   ق   ص    ا لمّ      ا لمّص
12.  Mad lazim mukhaffaf harfi
ialah:  huruf hijaiyyah yang dibaca panjangnya 1 alif (2 harakat). Jumlah hurufnya ada 5, yaitu:
ح ي ط ر
Contoh:
طه          يس           عسق         كهيعص            ا لمّر
13.  Mad farq
ialah: Mad badal bertemu tasydid. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
قُلْ اْلا للهُ